Home » Berkebun » Sejarah jambu mete

Jambu mente merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari brazil tenggara tanaman ini dibawa oleh pelaut portugis ke india 425 tahun yang lalu kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya. Di antara sekian banyak negara produsen brazil dan india merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. jambu mente ini tersebar di seluruh nusantara dengan nama yang berbeda disetiap pulaunya.
Jambu mente ini memiliki banyak manfaatnya antara lain dari akar batang daun dan buahnya. selain itu juga biji mente dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. Buah mete dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete, anggur mete, manisan kering, selain itu, buah kalengan dan jambu mete. kulit jambu mete mengandung cairan berwarna coklat. apabila terkena udara, cairan tersebut berubah menjadi hitam. cairan itu dapat digunakan sebagai tinta, bahan pencelup atau bahan pewarna. selain itu, kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. batang pohon mati menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. selain daya rekatnya baik, agung juga berfungsi sebagai anti jengat yang sering menggerogoti buku. akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. daun jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap terutama di daerah jawa barat dan daun yang sudah tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.
Tanaman jambu mete banyak tumbuh di daerah jawa tengah jawa timur dan jogjakarta untuk di luar pulau jawa jambu mete banyak ditanam di bali, sulawesi selatan, sulawesi tenggara dan NTB. Syarat tumbuh tumbuhan jambu mete yaitu tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari, suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimum antara 15 – 25 celcius dan maksimum antara 25 – 35 celcius, jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah dengan kelembaban nisbi antara 70 – 80%, angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete dan daerah yang paling sesuai untuk jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1000 – 2000 mm / tahun dengan 4 – 6 bulan kering. Media tanam yang cocok untuk tanaman jambu mete ini tanah berpasir, tanah lempung berpasir dan tanah ringan berpasir. dan jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan ph antara 6,3 – 7,3 tetapi masih sesuai pada ph antara 5,5 sampai 6,3 ketinggian tempat untuk menanam itu ialah 1200 mdpl. cara menanam pohon jambu mente ini dapat dilakukan dengan menggunakan pot atau di pekarangan rumah. Hama dan penyakit yang sering terjadi pada tumbuhan jambu mete ialah hama penghisap daun nyamuk daun, penggerek daun, penggulung daun, ulat kipat, ulat hijau dan ulat perusak bunga. insektisida yang dianjurkan antara lain yaitu tamaron, voli dalam nate, dan di metron dengan dosis 2 cc atau 2 gram per liter air. penyakit yang sering menyerang tumbuhan jambu mete tersebut seperti penyakit busuk batang dan akar penyakit bunga dan putik dan Antracnossis. Penyakit ini dapat dibasmi dengan fungisida Zinc Carmamate, Captacol dan Theophanatea, penyakit layu. beberapa ciri buah mete yang sudah tua adalah sebagai berikut kulit jambu mete berwarna semua menjadi, orange atau merah tergantung pada jenisnya. ukuran buah semu lebih besar dari buah sejati. tekstur daging semur lunak rasanya asam agak manis, berair dan aroma banyak aroma strawberry. Warna kulit bijinya menjadi putih keabuan dan mengkilat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *