Home » Kesehatan » Kisah Diet Gadis Cantik Khairani Windya; Berkat Ketekunan, 51 Kg Lemak Berhasil Melayang!

Awal November 2016, Hipwee Panduan dibikin kaget dengan suatu account Instagram seorang yang sukses menyulap badannya. Menyulap tubuh yang kami maksud yaitu kesuksesan diet yang semula, maaf, gendut jadi lebih baik.Baca Juga

Sesudah kepo feed Instagram-nya, Hipwee Panduan segera berinisiatif menghubungi supaya bisa dimintai narasi inspiratifnya. Dia yaitu Khairani Windya. Waktu kami hubungi, Rani, sapaan akrabnya, sangatlah ramah sekali. Dia menyongsong hangat serta memanglah mempunyai hasrat yang sama untuk share cerita inspiratif tentang dietnya. Penasaran bagaimanakah cerita lengkapnya? Yuk simak!

Berat Rani sebelumnya yaitu 128 kg. Ingin tahu penyebabnya? Ini dia…

Di awalnya peluang berbincang-bincang dengan Rani, Hipwee Panduan tertarik dengan bagaimanakah ceritanya dahulu. Rani mengakui berat badannya sudah sempat menyentuh 128 kg. Mulai sejak awal kalimat hingga dia usai bercerita waktu lalunya, kamu tentu tidak akan heran sich sama argumen mengapa dia dapat sebesar itu.

“Dulu, saya itu orangnya tidak sukai banget sama yang namanya berolahraga. Tidak suka banget bahkan juga bila dapat disebut. Waktu jaman sekolah, waktu yang lainnya pada seneng cocok mata pelajaran berolahraga, saya justru tidak suka, ”

Rani bahkan juga hingga menyatakan kemalasannya untuk olahraga di waktu mudanya. Karena sangat malesnya, kata Rani, tiap-tiap ingin dites berolahraga, saya sukai mencari argumen serta guru olahragaku juga segera memahami sama keinginanku.

“Bahkan bila masalah nilai, saya umumnya nyogok ke gurunya. Hehehe… lebih Rani sembari tertawa, ”

Terkecuali malas gerak, rutinitas ngemil serta makan junkfood terus-terusan bikin berat tubuh Rani cepat naik. Hmmm… ini sich kebiasaanmu juga, ya?
ngemilnya banyak

“Jujur, makan sich tidak banyak. Tujuannya, saya makan nasi tidak banyak. Namun lauknya dapat sangat banyak. Ngemilnya juga kuat, ” kata Rani.

Waktu jaman kuliah, Rani mempunyai makanan harus tiap-tiap minggu untuk menyembuhkan gairahnya. Itu yaitu McDonalds, salah satunya junk food yang tenar di kelompok anak muda. Sekali pergi ke gerai McDonalds, Rani mengakui dapat habiskan dua ayam, satu nasi, satu kentang, satu es cream McFlurry serta pasti minuman bersoda menjadi pelepas rasa hausnya. Fiuh! Hehehe…

“Aku waktu kuliah di Jatinangor, harus banget main ke kota buat makan McD. Dahulu waktu ‘kan di Nangor tidak ada McD. Pokoknya tiap-tiap satu minggu sekali saya mesti kesana. Tiap-tiap kesana, berubahlah mood saya. Temen-temenku juga ngerti bila saya geram atau lagi bete sepanjang hari, jadi obatnya itu di ajak ke McD, ” kata Rani sambil keluarkan tawa kecil.

Masalah ngemil, Rani miliki kebiasaan jelek juga di kehidupannya keseharian. Serta, jaman skripsian juga jadi puncaknya.

“Waktu skripsian keadaanku semakin kronis. Semakin gendut. Sekalipun ke minimarket, saya dapat habisin uang beberapa puluh ribu rupiah buat beli camilan doang. Sampai nyetok banyak camilan di kamar buat jadi teman buat skripsi, ” papar cewek kelahiran 1 Maret 1993 itu.

Lalu, bagaimanakah hati Rani dapat terketuk untuk turunkan berat badannya?

Rani yang seseorang karyawan divisi kreatif off air RCTI nyatanya mulai dietnya dengan iseng-iseng. Cewek asal Bekasi itu bercerita, waktu habis lulus kuliah, dia tidak tidak sama jauh dengan fresh graduate biasanya. Pada satu waktu, dia sukses lulus step awal rekrutmen hingga mendekati step akhir.

Waktu mendekati step paling akhir itu, beberapa pesaingnya cuma tinggal tersisa seputar 200 orang, namun sayang, Rani tidak sukses lolos. Menurutu Rani, dia tidak lolos di step tes kesehatan. Kita semuanya tentu tahu sendiri bila tes kesehatan itu umumnya ada dibagian akhir. Dari situ mulai ada benih-benih buat merubah tampilan, terutamanya di berat tubuh.

Lalu, sejumlah bln. lalu, mendadak ada temannya yang membawa gabung anggota dalam suatu tempat fitnes populer.

“Aku segera katakan ke dia, ‘Gila lu! ’. Namun lalu dia selalu ngerayu. Mumpung murah, tuturnya. Saat itu hanya Rp 200 ribu per bln. sepuasnya, ” kata Rani.

“Awalnya saya pesimis sich bila saya tentu akan tidak sukai. Namun narasi beralih waktu saya ngejalaninnya. Waktu pertama-tama nyoba, dalam hati berkata, ‘Kok enak ya? ’ Lelah sich, namun kok enak ngerasainnya. ”

Kemudian narasi beralih serta menurut pangakuan Rani, dalam satu minggu dia dapat turun dua kg. Lalu, pada minggu ke-2 dia dapat turun empat kg.

“Terus dipikir-pikir, saya dapat nih turun banyak bila dalam kurun waktu singkat itu saja dapat turunkan berat tubuh, ”

Rani type orang yang batu dengan kata lain sulit buat diberi tahu. Dia bahkan juga lebih tersinggung waktu ada orang yang lain memerintahnya diet, daripada diejek ‘tronton’ atau ‘tribun stadion’

Sia-sia bila ada tekad namun tidak ada aksi. Demikianlah maksud yang diutamakan Rani. Menurut dia, datangnya tekad untuk turunkan tubuh itu harusnya tidak hadir dari orang yang lain, namun dari lubuk hati terdalam.

“Dulu, saya orangnya sangat tidak sukai serta sebel bila diminta diet. Saya tidak tersinggung kok waktu disebut serta diledek tronton, tribun stadion atau sebutan-sebutan lainnya. Namun saya akan tersinggung bila diminta diet. Soalnya saya mikir, ya tidak apa-apa sich, badan-badan saya ini. Bila diet mah tinggal nunggu sadar saja. ”

Panduan dari Rani, buat alur diet yang nyaman. Bila kita nyaman dengan alur itu, berolahraga atau kontrol pola makan tentu tidak akan tersiksa

Waktu di tanya rahasia diet yang diaplikasikan olehnya. Rani menyampaikan, ciptakanlah alur diet yang dapat bikin kita nyaman. “Itu sangat terpenting, ” tukas cewek kelahiran Bekasi itu.

Alur makan jadi sorotan Rani waktu mulai sadar jika badannya itu mungkin saja sumber penyakit. Ketika masih tetap sering-seringnya nge-gym, dia berfikir mesti membuat gaya hidup yang sehat, plus konsentrasi dengan tujuannya.

“Pernah satu waktu, nge-gym itu tidak sangat konsentrasi. Hasil diet plus nge-gym satu bulan itu hanya turun 10 kg. Kebagi perhatian sama yang lainnya, seperti nyari-nyari kerja. Selalu saya seperti bisa saran dari kakakku. Kata dia, ‘Adek tuch mesti fokus’, ” kata Rani.

Ihwal alur makan, Rani memberi tips-nya yang nyatanya lumayan sederhana. Ia cuma butuh mencoret sejumlah makanan yang dia anggap jahat buat badan.

“Olahraga itu hanya 30% doang faktornya. Bekasnya alur makan kita. Lalu, saya buat daftar makanan yang dapat dikonsumsi serta tidak bisa dikonsumsi. Saya mencoret nasi, junk food, mie instan, camilan serta gorengan tepi jalan, ” tutur Rani dengan serius.

Alur diet yang di ciptakan Rani dapat dibuktikan ampuh. Sepanjang 8 bln. program diet, dia sukses turunkan berat tubuh yang semula 128 kg jadi 77 kg. Bila dihitung-hitung, Rani sukses menghilangkan beban tubuhnya sejumlah 51 kg!

Untungnya, Rani type orang yang sangatlah suka share. Kamu juga dapat tiru gaya hidup sehat juga langkah dietnya di sini

Rani sendiri type orang yang suka share kesuksesan dietnya. Bila beberapa orang dengan kesuksesan yang sama pilih tidak share, Rani sangatlah terbuka pada siapapun. Menurut dia, banyak chat atau direct message masuk dari beberapa orang yang tidak dikenalnya. Mereka umumnya tanya-tanya tips-nya.

Waktu Rani konsentrasi untuk turunkan berat badannya, Rani miliki kebiasaan yang juga bisa kamu tiru. Menurut dia tiap-tiap pagi, dia cuma minum susu kedelai serta pisang. Sedang waktu masuk waktu siang, dia makan lauk serta sayur — FYI, Rani sekalipun tidak sempat makan sayur semula.

Rani berkata, “Setiap hari saya bangun subuh. Jam 6 pergi ke gym, serta memakan waktu disana hingga jam 11 siang. Habis itu pulang, makan makan sayur serta lauk tanpa ada nasi. Sesudah Ashar, saya pergi lagi ke gym. Disana sampai maghrib. Selalu pulang serta tidur deh. ”

Saat ini Rani tengah membuat alur diet yang baru dengan penambahan puasa. Dia masih tetap berambisi untuk turunkan berat badannya lagi.

“Sekarang sich lagi nyoba mix puasa Senin-Kamis. Sahurnya, saya cukup minum air putih 3, 5 gelas. Selalu buka puasanya makan telur rebus 4 butir namun hanya satu yang kuning kumakan, ” tutur Rani.

Paling akhir, ada nasehat dari Rani nih buat yang ingin ikuti jejaknya

Diakhir pembicaraan dengan Hipwee Panduan, Rani menyatakan bila fisik memanglah bukan suatu hal yang dikuatirkan. Dahulu, meskipun mempunyai badan besar, diakuinya pede-pede saja. Dia bahkan juga aktif jadi di organisasi-organisasi universitas.

“Aku tidak ada perasaan kurang percaya diri sekalipun. Saya justru type gendut yang disayang beberapa orang. Sehari-hari dapat sampai beberapa puluh kali dipeluk, tak tahu itu sama cewek atau cowok, ” papar cewek lulusan Kampus Padjadjaran itu.

“Tapi satu hal yang terpenting, yang akut tahu, gendut itu tidak sehat. ”

Menurut dia, sesudah kehilangan 50 kg lebih, dia terasa beberapa hal sebagai lebih terbuka. Peluang kerja, badan tidak mudah gerah, nafas tidak sulit serta lebih mobile pastinya.

Rani berkata, “Aku tidak katakan bila gendut itu peluang kerja lebih kecil, namun saya meyakini bila tidak gendut itu mungkin saja aspek yang cukup untungkan. ”

Sekarang, Rani selalu berjuang buat menjaga berat badannya di dalam aktivitas kerja, sembari kadang-kadang nge-gym pulang kerja. Rani juga mengutamakan, kita mesti bertanggungjawab pada apa yang kita makan. Waktu kita makan banyak, jadi kalori yang masuk juga pasti banyak.

“Kita mesti tanggung jawab dengan itu. ”

Wah, betul-betul memberikan inspirasi tidak sich? Terkecuali cerita Rani sangatlah dekat dengan sehari-harinya kita, kamu juga dapat mulai mengatur gaya hidup sehat karenanya suatu KEWAJIBAN! Salam sehat ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *