Home » Uncategorized » Cara Menghindari Ular Masuk Rumah

Apa kesudahannya bila rumah yang selama ini Anda anggap kondusif sekaligus nyaman tiba-tiba harus terusik dengan kehadiran ular di dalam rumah.

Ya, siapa yang sangka bila binatang melata yang mempunyai kemampuan mematikan tersebut bisa berada di dalam rumah, yang jelas-jelas bukan habitat orisinil mereka. Bukan hanya pelaku kriminal, ular juga bisa menjadi ancaman dan mengganggu keamanan penghuni rumah.

Survei menandakan bahwa keamanan yaitu salah satu dari tiga pertimbangan utama konsumen dalam membeli rumah, selain lokasi dan kemampuan finansial.

“Pencari rumah juga harus waspada dengan potensi kehadiran ‘tamu tak diundang’ ibarat ular ke daerah perumahan,” kata Wasudewan, Country Manager Rumah.com, melalui keterangan pers, Jumat (13/10/2016).

Ada beberapa kemungkinan yang mengakibatkan ular bisa masuk ke rumah Anda. Bisa jadi alasannya lokasi rumahnya yang berdekatan dengan alam bebas ibarat rawa, sawah, sungai, hutan, dan kebun. Atau mungkin alasannya mereka terbawa pedoman air hujan yang membanjiri lingkungan tempat tinggal Anda.

Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Benvika Iben, mengatakan, tidak ada yang bisa memprediksi kapan seekor ular akan masuk ke dalam sebuah rumah.

“Dari beberapa perkara yang sudah kami tangani, masuknya ular ke dalam rumah bukan alasannya cantik atau jeleknya rumah tersebut. Dan ketika binatang melata ini sudah masuk ke dalam rumah, masyarakat juga kerap salah kaprah dalam menanganinya. Umumnya alasannya terpengaruh mitos yang selama ini beredar seputar ular sehingga malah membahayakan keselamatan mereka sendiri,” kata Bevinka.

Lebih rinci, ia juga menuturkan jenis ular yang kerap ditemukan ketika banjir yaitu ular sanca atau phyton.

“Ular tersebut bisa ditemukan di semua wilayah mengingat habitat mereka yang memang sangat luas. Terutama pada wilayah yang berdekatan dengan rawa, gorong-gorong, parit atau sungai. Meskipun tidak berbisa, lilitan ular sanca sangat berbahaya bagi manusia. Ular jenis sanca kerap ditemukan warga ketika banjir di sekitar Jabodetabek,” ujarnya.

Bevinka menambahkan, bila di rumah ditemukan seekor ular, cara paling bijak mengatasinya yaitu bukan dengan membunuhnya. Sebaiknya direlokasi saja ke tempat yang semestinya. Atau cara gampangnya, hubungi saja hebat atau pawang ular.

Berikut yaitu tips menjaga rumah biar tidak didatangi ular:

1. Tutup semua susukan masuk ke dalam rumah, ibarat saluran air maupun atap rumah

Fakta ini cukup mengejutkan. Ternyata ular merupakan binatang yang sangat lihai untuk mencari tempat berlindung.

“Ular memang sangat nyaman bersarang di gorong-gorong pipa pembuangan. Namun pengecap ular yang berfungsi sebagai sensor navigator akan terus selalu mencari jalan ke tempat yang menurutnya lebih aman,” kata Benvika.

Karena itu tidak ada salahnya bila Anda melaksanakan tindakan antisipatif yang bisa dimulai dari pekarangan rumah. Terlebih bila terdapat pohon berukuran besar dan berdaun lebat. Kemudian, pastikan biar dahan dan ranting tidak menyentuh atap rumah yang bisa jadi jalan bagi ular untuk masuk ke rumah.

Selain itu, jangan lupa juga untuk menutup saluran air dengan memakai epilog saringan. Tujuannya, biar ular tidak bisa menerobos masuk ke dalam rumah.

2. Awasi pojokan taman rumah

Pojokan taman rumah merupakan tempat yang biasanya terdapat tumpukan batuan yang sangat disukai ular alasannya dianggap berair tapi kering sehingga, penting bagi Anda untuk memantaunya setiap hari.

“Untuk menghindari celah-celah cuilan taman di rumah yang lembap, sesudah menyapu sebaiknya jangan biarkan sisa dedaunan di pojokan, alasannya akan berair serta kering sehingga ular sangat menyukai tempat tersebut,” ujar Benvinka.

3. Periksa tabung gas 12 kg

Siapa sangka, bila tabung gas 12 kg yang kerap dipakai sebagai materi bakar untuk memasak bisa menjadi tempat paling favorit bagi ular? Makara ketika Anda akan membeli tabung gas sebaiknya periksa lebih dulu cuilan bawah tabungnya sebelum dibawa ke rumah.

“Bagian bawah tabung gas 12 kg, juga berpotensi menjadi tempat yang berair dan kering sehingga pastikan kondusif ketika hendak dibawa ke dalam rumah,” kata Benvinka.

4. Jadikan rumah biar senantiasa wangi

Perlu Anda ketahui, ular sangat takut dengan aroma yang menyengat. Hal ini dikarenakan lidahnya yang juga berfungsi sebagai indera penciuman merupakan sensor bagi ular untuk mengetahui kondisi sekitar.

“Sensorik ular kadang kala sangat sensitif dengan amis yang menyengat, dan tidak mereka sukai. Dan ular akan menganggap amis yang asing tersebut sebagai predator. Pastikan rumah harus selalu dalam kondisi higienis dan kering,” kata Benvinka.

5. Jangan taburkan garam dan larutan penyengat di sekitar rumah. Itu mitos!

Menurut Benvika, upaya menaburi garam dan menyirami dengan larutan penyengat ibarat antiseptik di pekarangan rumah dan saluran air merupakan tindakan yang keliru.

“Menaburi garam di sekitar pekarangan rumah bekerjsama tidak berpengaruh. Sebab kulit ular tidak mengeluarkan lendir yang bersifat basa. Berbeda halnya dengan siput atau keong racun, yang akan sensitif bila terkena garam atau antiseptik.”

“Biasanya, sesudah banjir, banyak yang melapor ditemukan ular di lubang pekarangan rumah. Saran saya, sebaiknya didiamkan dahulu. Lalu melapor kepada pawang ular,” tutur Bevinka.

6. Cermat ketika membeli rumah baru

Saat membeli rumah baru, mungkin saja Anda tidak terlalu memahami area sekitar perumahan. Karena itu Anda membutuhkan informasi lengkap yang sanggup memberi citra menyeluruh perihal daerah tersebut, ibarat kondisi jalan menuju perumahan, sungai erat lokasi, bangunan-bangunan lain di di sekitar lokasi sampai akomodasi umum yang ada di sekitar. Dengan cara ini, Anda pun sanggup mengetahui potensi kedatangan “tamu tak diundang”, ibarat ular.

“Saat ini sudah ada cara modern yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk memeriksa lokasi sekitar rumah yang hendak dibeli. Caranya, dengan mengakses ulasan properti lebih mendalam dan terlengkap dari para hebat di Indonesia,” ujar Wasudewan.

Read More: ular terbesar di dunia titanoboa kembali mengganas