Home » Berkebun » 3 Tips Sukses Budidaya Tanaman Buah Mangga Agar Cepat Berbuah Dengan Lebat dan Tanpa Mengenal Musim

3 Tips Sukses Budidaya Tanaman Buah Mangga Agar Cepat Berbuah Dengan Lebat dan Tanpa Mengenal Musim

Tanaman buah mangga dapat dijumpai baik dikota maupun didesa. Tanaman yang satu ini memang sudah sangat familiar dengan masyarakat indonesia, hampir disetiap sudut desa maupun daerah kita selalu berjumpa dengan buah mangga. Tanaman ini sangat terkenal dengan ketahanan terhadap penyakit dan cukup rajin berbuah dan dapat mudah berbuah, bahkan diluar musim. Pada umumnya tanaman ini dapat hidup hingga lebih dari 100 tahun. Pohon mangga berbentuk seperti payung, dengan buah yang dihasilkan berukuran relatif besar dengan bentuk bulat hingga lonjong / memanjang. Bijinya besar gepeng yang diliputi daging buah yang tebal, lunak serta enak dimakan. Buah yang matang ada yang berwarna kuning, kemerahan hingga hijau kebiruan serta beraroma harum. Rasa daging buahnya masam hingga manis. tergantung dengan jenis dan varietasnya. Selain dapat kita nikmati secara langsug ketika matang, buah mangga juga kerap disantap bersama sambal rujak ketika masih muda dengan rasa agak masam dan segar. Tanaman pemilik nama latin Magifera Indica L. ini dapat tumbuh dengan optimal pada dataran rendah dengan ketinggian < 600 m diatas permukaan air laut Jual Bibit Mangga.

Tanaman ini dapat mencapai tinggi hingga lebih dari 5 meter jika dibudidayakan di lahan. Jika dibudidayakan dengan optimal tanaman buah mangga dapat mulai berbunga dan berbuah umur 3-4 Tahun jika dibudidayakan di Lahan, Ketika di budidayakan di dalam pot (tabulampot) tanaman buah mangga dapat berbuah pada umur 2-3 tahun. Beberapa varietas unggulan tanaman buah mangga yang layak untuk dibudidayakan baik di lahan maupun di dalam pot antara lain : mangga golek, mangga arumanis, mangga manalagi, mangga apel, dan mangga chokanan, mangga irwin, haden, dan kisingtoon, dermayu, ( indramayu), gedong gincu.Berikut ini Tips cerdas budidaya tanaman buah Mangga di dalam pot (Tabulampot) : A . Tips Penanaman Media tanam yang sering dipakai untuk tanaman mangga yang akan ditanam di dalam pot yaitu dengan perbandingan Tanah : Pupuk kandang : Sekam = 2 : 0 : 1 : 1. Bibit tanaman buah yang baik digunakan untuk tabulampot mangga adalah bibit yang diperoleh dari hasil okulasi dan cangkok.

B. Tips Cara Menanam : Berikut ini tahapan menanam mangga di dalam pot : Siapkan bibit, pilihlah bibit dengan tinggi antara 50 -70 cm dan diameter batang 1 – 1,5 cm, warna batang hijau tua kecokelatan, serta bentuk batang lurus dan tidak bercabang, warna daun hijau megkilap dan telah membentuk tiga flush dan berumur enam bulan atau lebih. Siapkan pot dengan diameter 60 yang memiliki lubang dasarnya sebagai tempat keluarnya air siraman. Masukkan potonga batu bata atau genteng ke dasar pot dengan ketinggian sekitar 5 cm agar media tanam tidak terbawa bersama air siraman. Isikan media tanam ke dalam pot hingga mendekati bibir pot Lepaskan polibag dengan cara digunting, lalu ditarik perlahan-lahan agar tanaman tidak rusak. Tanah yang yang menempel pada akar tetep dibiarkan ikut masuk ke dalam pot. Masukkan bibit tanaman buah mangga ke dalam pot, kemudian atur posisi hingga tepat.

tutup bagian yang kosong dengan campuran media tanam hingga mendekati bibir pot Lakukan penyiraman media tanaman sehingga memadat secara alami Biarkan tabulampot mangga berada ditempat yang teduh hingga muncul tunas – tunas baru, kemudian pindahkan ke bagian halaman yang terpapar sinar matahari.C. Tips Perawatan Agar tanaman mangga bisa berbuah dengan optimal tanaman harus mendapatkan perawatan yang intensif yang meliputi penyiraman, penyinaran, penggemburan dan pemupukan. 1. Penyiraman Sebaiknya Penyiranamn dilakukan secara teratur setiap sore hari, terutama awal penanaman dan musim kemarau. Setelah agak dewasa penyiraman dilakukan tiga kali dalm seminggu. Penyiraman hingga media tanam basah, tetapi tidak menggenang dengan penggunaaan gembor atau spingkler agar siraman air dapat merata dan tidak merusak tanaman. 2. Penyiangan dan pengemburan Penyiangan dilakukan saan penggemburan dan pemupukan.

Gulma dicabut dengan menggunakan tangan atau cangkul. Pengemburan dilakukan pada tanah yang padat pada tanaman asal cangkulan jangan dilakukan terlalu dalam karena dapat merusak akar. 3. Pemangkasan Pemangkasan dilakukan saat tanaman setinggi 70 – 80 cm. Adapun cara pemangkasannya sebagai berikut Pangkas tanaman Tepat pada batas bidang hijau dan coklat untuk merangsang pertumbuhan tunas baru pilih tiga tunas seragam yang tumbuh dari ketiak daun yang berbeda-beda. pangkas sebagian cabang tanaman dan tinggalkan maksimal tiga cabang yang tumbuh sehat dan kekar ulangi pemangkasan batang pokok jika tunas yang tumbuh pada bidang pangkasan hanya satu cabang. Lakukan Pemangkasan berikutnya jika cabang yang dipelihara telah mencapai 70 cm – 80 cm atau 3 – 6 bulan setelah pemangkasan pertama dan saat tanaman usia produktif. Cabang-cabang atau tunas liar yang tumbuh tidak pada tempatnya ( misalnya dibawah percabangan pertama) harus dibuang. Cabang-cabang air, ranting, atau tunas yang sakit harus dipangkas supaya lingkungan mahkota daun dapat ditembus Sinar matahari. Usahakan tinggi tanaman tidak lebih dari 5 – 6 meter untuk memudahkan perawatan dan pemanenan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *